Ekspansi industri kasino di Goa, India, memicu keprihatinan di kalangan warga lokal. Kasino terapung di Sungai Mandovi dinilai berdampak negatif terhadap ekosistem dan keseimbangan lingkungan. Hal ini mendorong munculnya gerakan besar yang diprakarsai oleh mantan Hakim Ketua Ferdino Rebello, menuntut pemerintah menghentikan operasi kasino tersebut.
Aktivitas kasino terapung yang semakin marak di Goa tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas air dan mengancam mata pencaharian nelayan setempat. Kondisi ini menggerakkan kelompok "Cukup Sudah", sebuah gerakan warga yang berkomitmen menjaga kekayaan alam dan budaya lokal. Rebello, sebagai penggerak utama, menegaskan bahwa kasino ini melanggar hukum perjudian India.
Rebello menyatakan bahwa gerakan "Cukup Sudah" akan terus mengajak masyarakat dan pemimpin lokal untuk menentang pembangunan yang merusak lingkungan. Organisasi ini telah membuat resolusi yang meminta pembuat kebijakan setempat untuk menolak permohonan konversi lahan yang terlalu cepat, serupa dengan perlawanan terhadap perubahan yang terjadi di tempat lain.
Situasi Kasino di Goa
Di tingkat federal, kegiatan kasino dilarang di India. Namun, beberapa negara bagian seperti Goa memberikan izin dengan syarat tertentu. Goa memiliki 13 kasino, termasuk tujuh di daratan dan enam di laut.
Baru-baru ini, Kepala Menteri Goa mengumumkan peningkatan biaya lisensi secara signifikan untuk operator baru di daratan, sementara tidak ada rencana menambah kasino terapung. Ini sebagai tanggapan atas kekhawatiran warga terhadap rencana penggantian kapal kasino kecil dengan kapal berkapasitas 2.000 orang.
Selama bertahun-tahun, pemindahan kasino dari Mandovi ke lokasi lain sering dijanjikan namun belum terlaksana. Sementara itu, peningkatan biaya lisensi diharapkan dapat membatasi ekspansi kasino yang tidak terkendali.