Performa Industri Judi Filipina Merosot di Kuartal 2 2026: Tantangan di Segmen E-Gaming
FINANSIAL 2 MIN READ

Performa Industri Judi Filipina Merosot di Kuartal 2 2026: Tantangan di Segmen E-Gaming

Industri Judi Filipina Hadapi Penurunan

Sektor perjudian di Filipina, meliputi area non-kasino, mengalami penurunan pendapatan kotor permainan (GGR) sebanyak 20,3% di kuartal kedua 2026. Total pendapatan mencapai PHP88,14 miliar atau setara dengan US$1,45 miliar. Walaupun ada sedikit kenaikan 0,6% dari kuartal sebelumnya, penurunan ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku industri.

Sumber Kemunduran di Sektor E-Gaming

Penurunan ini terutama diakibatkan oleh melemahnya pendapatan di sektor e-gaming, yang turun hingga 37,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hanya meraup PHP39,85 miliar pada akhir Juni. Sektor ini mencakup permainan seperti e-bingo, e-games, dan poker, baik di lokasi maupun online, sesuai klasifikasi Pagcor. Selama periode April hingga Juni, sektor ini menyumbang sekitar 45,2% dari total GGR.

Dampak Faktor Eksternal pada Pendapatan

Ketua dan CEO PAGCOR, Alejandro Tengco, menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti inflasi dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mengurangi daya beli masyarakat terutama untuk pengeluaran yang bersifat sekunder.

Peran Penting Kasino Berlisensi

Kasino berlisensi di sektor komersial tetap menjadi penyumbang utama terhadap GGR pada kuartal kedua, dengan pendapatan mencapai PHP45,37 miliar, naik 2,9% dari tahun sebelumnya. Kontribusi ini menyusun sekitar 51,5% dari total GGR untuk periode tersebut. Sementara itu, kasino yang dikelola oleh PAGCOR melalui jaringan Casino Filipino menghasilkan hampir PHP2,91 miliar, turun 5,4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jaringan ini menyumbang 3,3% dari total pendapatan untuk kuartal tersebut.

Langkah Strategis untuk Memulihkan Kinerja Industri

Untuk memacu kinerja industri, PAGCOR berkomitmen menerapkan strategi guna meningkatkan GGR. Tengco menekankan bahwa regulator akan terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk menjadikan industri perjudian sebagai bagian aktif dalam perkembangan ekonomi negara.

Kinerja Semester Awal dan Prospek Tahun 2026

Pada akhir Juli, PAGCOR melaporkan penurunan pendapatan sebesar 26,6% pada semester pertama tahun 2026, sebagian besar disebabkan oleh rendahnya pendapatan dari segmen e-gaming. Data terbaru kuartal kedua ini konsisten dengan pengumuman sebelumnya, menunjukkan tekanan berkelanjutan pada e-games dan operasional terkait. Pada bulan Juni, Tengco memperkirakan penurunan GGR nasional hingga 19% di tahun 2026, menyoroti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap belanja konsumen. Penurunan GGR 20,3% pada kuartal kedua sejalan dengan perkiraan tersebut, di mana inflasi dan risiko eksternal terus memperberat pengeluaran sekunder.