Pemerintah Brasil telah memutuskan untuk mengambil langkah tegas dalam menghadapi eskalasi taruhan olahraga dan permainan daring tanpa izin yang semakin mengkhawatirkan. Bank Sentral Brasil, yang sering disebut BACEN, kini memperketat pengawasan terhadap transaksi finansial yang terhubung dengan platform perjudian yang belum mendapatkan izin resmi. Kebijakan ini dituangkan dalam Resolusi Bank Sentral Nomor 569, yang dirancang untuk memperketat analisis risiko penipuan serta mendeteksi transaksi keuangan yang mencurigakan.
Meningkatnya Aktivitas Pasar Ilegal
Hal ini bukan tanpa alasan. Laporan dari Badan Pengawas Anggaran Federal Brasil menunjukkan bahwa taruhan ilegal saat ini mencakup 41% hingga 51% dari keseluruhan industri. Ini berarti transaksi ilegal bernilai sekitar BRL26 miliar hingga BRL40 miliar terjadi setiap tahun. Kondisi ini memaksa BACEN untuk memperluas cakupan pengawasan mereka secara lebih intensif, sejalan dengan tren global dalam regulasi pasar taruhan.
Pembaruan Kebijakan dan Dampaknya
Pembaruan penting dalam kebijakan ini mensyaratkan data untuk melaporkan adanya individu atau entitas hukum yang beroperasi tanpa lisensi sebagai operator taruhan. Hal ini sesuai dengan regulasi dalam Statuta Nomor 14.790. Semua lembaga keuangan diharapkan telah menerapkan sistem pemantauan dan pertukaran data paling lambat tanggal 30 November 2026. Mulai 1 Desember, mereka harus melaporkan setiap transaksi yang dicurigai terkait dengan taruhan tanpa izin. Sistem ini akan menggunakan Fraud Marker, mirip dengan teknologi deteksi penipuan Pix, untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan.
Hambatan dan Strategi Penanganan
Laporan TCU yang didukung oleh Menteri Jorge Oliveira mengungkapkan bahwa pemantauan terhadap perusahaan taruhan masih belum optimal, terutama terhadap operator ilegal. Ancaman nyata seperti pencucian uang, pengaturan pertandingan, dan penghindaran pajak mendorong rekomendasi pemerintah untuk memperkuat usaha melawan taruhan ilegal. Salah satu rekomendasinya adalah mendesak Bank Sentral untuk menetapkan prosedur penghentian transaksi terkait aktivitas ini.